Begitulah

Begitulah sajak-sajak dituliskan
Dengan spasi yang sangat panjang
Sejak matahari terbit hingga terbenam
Dan manusia kepala awan
Harus belajar hingga akhir zaman
Agar paham…

Advertisements

Saya rindu waktu luang, tuhan

Saya rindu waktu luang, tuhan
Waktu untuk menggambar awan
Dengan bentuk-bentuk bingung
Juga warna warni lembayung.

Di kamar saya
Jam dinding punya jarum delapan
Bergerak sangat cepat
Tak sabar saling melupakan.

Saya butuh waktu luang, tuhan
Waktu untuk membujuk harapan
Ia mulai berkemas dari dada
Pergi menuju entah.

Dalam kepala saya
Kesedihan masih terlalu muda
Belum cukup umur mengembara
Meski sudah mahir menggambar airmata.