sebab takdir adalah kebetulan, bukan kebenaran

tahun kelima
dari yang sering kita sebut takdir
bertemu, lalu selanjutnya
harihari diisi kesibukan
menyalahkan waktu
memaki hujan
atau membahas katakata
pada janjijanji yang kian ambigu

saat kita biarkan takdir sebagai alasan
seharusnya
tak ada yang salah dari sebuah kekeliruan

di benak yang tamak
kita lebih suka menjadikan tuhan
sebagai sebab
mencaricari siapa malaikatnya
yang tak bijak melukis garis tangan
bahasan sambil memikirkan
halhal lain yang lebih masuk akal

sebagai takdir
tahun ini dibutuhkan
dokter bedah plastik
kita sepakat, tak lagi ada
garis kembar di tangan kita
lalu sepakat, tidak ada kita

Advertisements

rumah tanpa matahari

pulang
adalah kata kunci
dengan label harga
dalam pelukan
minus senyuman

dan musim dingin
pindah dari benua lain
sampai sendisendi kaku
retakretak kerak

matahari berkeluh kesah di teras depan
tak pernah lagi bernyali mengetuk
sejak seringkali kena timpuk

ia mengeluhkan salju, di dada ibu
dan batu, di kepala bapak

lilin ulang tahun yang tidak pernah dinyalakan

tengah malam, di kamar yang lampunya tak kunyalakan
doadoa tak sempat kubungkus
pitanya terlilit di kuciran rambut

aku sedang tawar menawar
dengan tuhan
tentang apa saja yang boleh kuminta
mungkin, di ujung sana
kau telah dipeluk banyak ucapan

di kamar yang lampunya tak kunyalakan
semacam perayaan
sedikit bising di kepala
sebentar padam
di menit lain mengerjap canggung
seperti percik lava

selusin lilin di lantai dingin
mengundang tamunya sendiri
meniup benang dan angin saja
riuh di hening
ramai di kesunyian

penghentian

jarum, benang, huruf demi huruf
roncean tanpa wangi melati
ia sajak, tentang sesuatu yang tak beranjak
menjadi sangat biasa bagi pagi

bahasa ibu,
katakata baku, tibatiba begitu asing
kau luwes menarikannya di atas kertas, dinding, lantai keramik dingin
aku butuh beberapa detik
mengernyitkan kening berkali
mengambang –tak juga paham

ada logika, kanan kiri
sebagian menyebutnya permainan imaji
pada akhirnya, aku cukup menempatkan peran
seperti katamu, sebagai bukan siapasiapa.