kopi di bibirmu

aku menyesap kopi dari bibirmu
menjejakkan katakata
menyajakkan rindu

aku menjilati kopi di bibirmu
membasahi katakata
menghujani rindu

aku mengulum kopi di bibirmu
melumat katakata
bertukar rindu

dengan lidah, deru nafas
dan detak jantung tak beraturan

aku mengumpulkan remahan rindu di bibirmu
dalam secangkir kopi hitam
tanpa gula, hanya sajaksajak

aku benci manis
di kopi
di bibirmu, manis…

260112
Cengkareng, barusan saja…

sebuah kesepakatan tentang rindu

Aku rindu
Apa yang kau bawa?
Sejuta kecupan dan seratus pelukan
Letakkan saja di depan pintu
Nanti malam akan kujenguk

Aku rindu
Kali ini kau bawa apa?
Seratus kecupan dan sepuluh pelukan
Letakkan saja di beranda depan
Besok pagi akan kusapa

Aku rindu
Akan kautukarkan dengan apa?
Sepuluh kecupan dan satu pelukan
Baiklah, letakkan saja di pinggir jalan
Kan kujemput sepulang kerja

Aku rindu
Kau bisa bawa apa hari ini?
Tidak ada
Aku kehabisan kecupan dan pelukan untukmu

Begini saja, 
Setiap pagi, siang dan malam
Siapkan sepiring kecupan dan segelas pelukan untukku
Hidangkan hangat
Aku benci dingin
Gajimu kubayar setiap bulan
Setelah itu, belilah kecupan dan pelukan untukmu sendiri
Lalu kau boleh merindukanku lagi

Aku cuma rindu!!

Kupu-kupu Bersayap Satu

“Oke, done!” Seru Alex sambil tersenyum puas. “Cakep, lihat deh.” Katanya lagi sambil mengambilkanku cermin. Aku masih meringis ketika kulihat bayangan kupu-kupu biru, tepat di dada kiriku. Cantik!

“Sekarang kita punya kupu-kupu yang sama, Deau. Aku di kanan, dan kamu di kiri.” Senyumnya. Ya, Alex baru saja menatto dada kiriku dengan lukisan kupu-kupu yang sama persis dengan miliknya.
Aku merabanya pelan. Merasakan tiap lekuknya dengan mata terpejam, masih perih. Tapi aku senang, bahagia tepatnya. Kini aku dan Alex punya sesuatu yang sama dan abadi. Alex menciumku lembut, lalu mencium lukisan kupu-kupu di dadaku.
“Saat kita berpelukan, ia akan membawa kita terbang…” Kata Alex sambil menatapku lembut. Aku sudah terbang sekarang, Lex, teriakku dalam hati.

***

“Aku mencintai kamu, Deau. Sangat!” Lirih Bayu sambil menggenggam tanganku erat. Suaranya lebih mirip rintihan.

“Menikahlah denganku, sayang. Dan biarkan aku menjagamu seumur hidupku. Takkan kubiarkan sesiapa melukai hatimu lagi.” Lamar Bayu, sambil masih menggenggam tanganku.
Aku tak mampu menolaknya. Dia yang setahun terakhir ini berusaha keras mengeluarkanku dari kepatahan yang sangat, sejak Alex pergi begitu saja. Ya, Bayu dengan kesabaran dan kelembutannya.

***

Ini malam pertama kami, aku dan Bayu. Malam istimewa buat kami berdua. Ketika tetiba serentak kami terlonjak kaget dan saling mundur menjauh. Kedua tubuh telanjang kami bergetar. Bibirku pasi. Bayu memandangku dengan kaget yang tak kalah hebat.

“Ku…kupu-kupu ituuu…” Ia menunjuk ke arah dadaku, jemarinya gemetar. Tanganku sendiri menunjuk ke dadanya, dada kirinya. Lukisan yang sama, persis!

“Kauuu…juga punya, Bay?” Teriakku tergagap, masih gemetar.
Serentak bibir kami lalu menyebut satu nama “ALEX…!!!”
Panik aku sampai jatuh terduduk.

***

“Done! Cantik kan?” Alex memberikan cermin ke tangan Alia. “Lukisan kupu-kupu bersayap satu di dada kirimu. Sama persis seperti punyaku. Setiap kali kita berpelukan, ia akan membawa kita terbang, sayang…”

***

 

~FIN~

Ada lukisan kupukupu di dadamu, persis sama seperti punyaku, masingmasing bersayap satu, setiap kali kita berpelukan, ia bawa kita terbang”