130 km tanpa senja

entah,
aku sakau pada rasa sakit
sakit yang nikmat
setiap kau menyebut dia
menjalari darah di seluruh nadi

dan pelanpelan,
lukaluka kuabadikan
dalam bingkai kaca
cantik ia,
dimerahi amarah
dihitami dendam

kubayangkan seperti senja (?)

namun senja,
tak pernah ada di sini
di sepanjang 130 km ini
semburat merah paling indah
yang muncul di cakrawala
adalah milik dada ini,
dengan retakan patah berdarah

kau, hadirmu,
mata kelammu,
lebih pisau dari belati
aku butuh itu
untuk pastikan tubuhku masih berjiwa
rasa sakit, nikmat tiada tara
lihatlah,
aku sekarat!

setelahnya,
biarkan aku kehabisan udara
biarkan lukalukaku basah dihujani sesal
kau pergilah saja
tinggalkan mata kelammu,
membunuhku di sini
pelan dengan cinta.

~di sini sayang, senja tak pernah singgah~

101011
7:59:08 PM

Advertisements