inbox

Ini sudah hari ketiga, belum juga ada kabar darinya. Kulirik telepon genggamku, masih ragu untuk mencari tau atau sekedar mengirim pesan. Kegelisahan ini benar-benar mengganggu konsentrasi kerjaku. Dia melarangku menghubunginya, selalu begitu. Aturan itu berlaku sejak Bapak mengusirku dari rumah. “Jaga perasaan Bapak, Yan…” begitu alasannya.

Satu notifikasi membuat blackberry-ku bergetar, sebuah pesan masuk ke alamat email-ku. Darinya. Ah! Akhirnya…

Yan,
Maaf aku gak kasi kabar ke kamu, dua hari ini Bapak masuk rumah sakit, sesak nafasnya kambuh, dan tadi pagi Bapak meninggal. Bapak sudah gak ada, Yan. Maafkan aku ya. Maafkan Bapak juga, doain beliau ya. Kalau sempat datanglah.

Love,
Del

Hanya itu. Dan sekujur tubuhku dingin, menggigil oleh duka yang meremas dada. Ingin sekali terbang memeluknya, memeluk Bapak juga, lelaki yang begitu membenciku.

***

Empat hari sejak meninggalnya Bapak, dan dia belum menghubungiku lagi. Segala macam perasaan campur aduk. Siangnya aku nekat menghubungi kantornya. Suara operator kantornya di seberang, aku langsung minta disambungkan dengan Del.

Operator : “Maaf Pak, Pak Del cuti satu minggu, Senin depan baru masuk.” 
Aku : “Oh, cuti karena kemalangan ya?”
Operator : “Iya Pak, sekalian cuti menikah katanya, kan hari ini Pak Del menikah.”
Aku : “Me…ni…kaahh…?”
Operator : “Iya Pak, ada pesan yang bisa saya sampaikan?”

Lia! Dadaku serasa meledak. Pasti Del menikahi Lia, adik angkat kami. Mendadak duniaku berputar kencang.

***

Satu pesan masuk ke inbox email-ku, darinya.

Yan sayang,
aku minta maaf kamu tau semuanya dari orang lain. Bukan maksudku menyakiti hatimu. Sebelum meninggal, Bapak berpesan agar kami harus segera menikah. Sakit Lia makin parah, Yan. Kamu tau sendiri cuma aku satu-satunya yang dekat dengannya, selain kamu. Kamu sayang dia juga kan? Satu hal, Yan, aku masih Del kamu, yang mencintaimu dengan seluruh jiwaku. Kita sama-sama menyayangi Lia, dan ini satu-satunya cara. Maafkan aku.

Love,
Del

Aku luruh. Tanpa airmata.

***

Pesan baru di inbox email Del,

Del,
Maaf, aku menyusul Bapak, mau menemani dan minta maaf padanya kemarin tak mengantar kepergiannya. Bahkan aku tak mengeluarkan airmata untuknya. Jaga Lia, kekasih kita, adik iparku.

Love,
Yan

***

Pagi ini, Del menziarahi tiga makam: Bapak, Lia, dan Yan. Andai saja Yan bisa sedikit bersabar, toh umur Lia juga tak panjang…

Advertisements