secangkir rindu di beranda samping

Part 1.

pagi, hanya ada gelas kopi kosong
sendiri di meja beranda samping
ditemani koran bertanggal sewindu lalu
aku di situ, menunggu…

pagi ini, seperti biasa
hanya ada satu cangkir kopi di beranda samping
asapnya mengepul kesepian
tiap sesapan menoreh rindu
letih

kopi pagiku
tak pernah bisa kuhabiskan
selalu ada satu sesapan terakhir
harapan terakhir
kau datang
dan masih sempat menemaniku
sebelum siang

jangan minta aku
membuatkan secangkir lagi untukmu
karna akan siasia
jadi dingin, beku dan basi
seperti pagipagi sebelum ini
tak tersentuh

tinggal aku sendiri,
memandangi kopi basi
membuangnya, mencuci cangkirnya
yang bahkan tak pernah ada bekas bibirmu
sementara pagi usai

***
Ah! Sudah siang
matahari makin tinggi
acara ngopi di beranda samping selesai
waktunya melupakanmu
matahari masih cukup cemburu padamu.

Part 2.

sesiang ini
kopiku masih lagi setengah
entah apa yg kulakukan sejak tadi
yang kuingat kita sedang berbicara panjang
tentang kenangan

kita bicara
tanpa suara
bahkan aku tak melihat ke matamu
ah!cangkir kopimu juga tak ada
menyadarkanku
sejak tadi hanya bicara dengan bayangan!

lihatlah!
dengan bayanganmu pun aku bisa lupa waktu
kopi pagiku dingin hingga beku
entah jika kau nyata di sini

***
sepi
hanya meja kosong di beranda samping
berdebu
oleh waktu…

marihat hadiningrat, 18 Oktober 2010
beranda samping…

Advertisements